WORK APLIKASI INTERNET EDISI 22 APRIL 2017
Pelajari bacaan berikut ....
Download Bacaan
Berikan 5 Point Respont terhadap bacaan tersebut di kolom komentar......
Point Respon Berfungsi untuk :
1. Kehadiran 22 April 2017
2. Nilai Plus
Salam Intelegencya
Zainul Aras Z., M.SI.
Download Bacaan
Berikan 5 Point Respont terhadap bacaan tersebut di kolom komentar......
Point Respon Berfungsi untuk :
1. Kehadiran 22 April 2017
2. Nilai Plus
Salam Intelegencya
Zainul Aras Z., M.SI.
WORK APLIKASI INTERNET “EDISI 22 APRIL 2017”
BalasHapusNama : DELVINA
NIM/Prodi/SEM : 1302021003/SI/8
KONDISI MIGRASI INTERNET PROTOCOL VERSION 6 (IPV6) DI INDONESIA
Internet salah kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang semakin mempengaruhi segala aspek khususnya pertumbuhan industri. Maka kebutuhan akan alamat Internet Protocol (IP) juga pasti meningkat. Internet akan membutuhkan alamat IP untuk mengembangkan layanannya hingga ke seluruh pelosok negeri. Sedangkan saat ini, jaringan Internet di Indonesia masih menggunakan Internet Protocol version 4 (IPv4).
Tetapi kenyataan yang dihadapi dunia sekarang adalah menipisnya persediaan alamat IPv4 yang dialokasikan. Hal ini dikarenakan jumlah alamat yang dapat didukung oleh IPv4 adalah 2 32 bits, sedangkan data terakhir didapatkan bahwa alokasi IPv4 telah habis dialokasikan pada akhir April 2011 di tingkat Internet Assigned Numbers Authority (IANA), organisasi yang mengelola sumberdaya protokol Internet dunia.
Menjadi sebuah keniscayaan adanya teknologi yang dapat mengatasi masalah krisisnya IPv4. Teknologi Internet Protocol version 6 (IPv6) adalah protokol internet yang telah disepakati sebagai teknologi next generation Internet. Kemampuan IPv6 didesain untuk dapat melampaui kemampuan IPv4 yang umum digunakan sekarang ini. Fitur-fitur aplikasi Internet masa depan akan sangat mungkin difasilitasi oleh teknologi IPv6.
Keunggulan lain yang dimiliki dari IPv6 yaitu:
1. Dari segi jumlah alamat, IPv6 mampu mendukung total 2 128 alamat. Perbandingan ini sangat masif dibandingkan kemampuan yang dimiliki IPv4 dan jumlah tersebut lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah persediaan alamat IP untuk waktu yang sangat panjang.
2. Arsitektur IPv6 didesain untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul pada teknologi IPv4 secara permanen.
3. Keamanan jaringan yang terintegrasi, kemampuan untuk Multicasting atau transmisi paket data ke sejumlah tujuan, dukungan mobilitas tinggi dan kualitas layanan yang lebih baik dari IPv4.
Kesiapan penerapan teknologi IPv6 di Indonesia sendiri sudah pada tahap yang cukup serius, hal ini dibuktikan dengan komitmen pemerintah dalam hal ini pada tahun 2006 Direkorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Ditjen Postel) dengan bantuan para pemangku kepentingan (stake holder) industri dengan para penyedia layanan internet di Indonesia memulai persiapan dengan melakukan IPv6 trial yang meliputi pengujian :
“static dan dynamic routing, Domain Name Server (DNS), web, mail, interoperability, tunneling, native looking, glass dan BGP yang hasilnya di publikasikan ke publik melalui acara Asia Pacific Regional Internet Conference on Operational Technologies (Pertemuan tahunan antar operator
Internet)”
RABIATIL YULIASMI
BalasHapus1402021008
KELAS WORK APLIKASI INTERNET
SEMESTER 8
1. Penerapan IPv6 di Indonesia tidak tuntas karena kurangnya partisipasi dari pemangku kepentingan secara keseluruhan membuat usaha jaringan internet IPv6 tidak solid dan tertahan ditengah proses.
2. Hasil selama proses menjadi tak ternilai karena pemangku kepentingan dalam industri internet memiliki perbedaan pandangan dan kepentingan terkait penerapan IPv6.
3. Operator - operator utama di Indonesia seperti PT.Telkom,TBK, PT Indosat,TBK dan operator lainnya, menyatakan keberbagai media bahwa kesiapannya dalam implementasi teknologi IPv6.
4. Dari Permasalahan diatas, maka
diperlukan sebuah penelitian komprehensif yang akan mengevaluasi
tingkat kesiapan penyedia layanan
internet dalam upaya migrasi dari IPv4
menuju IP6 baik dari segi kesiapan
sumber daya dan perangkat sehingga
dengan mengetahui tingkat kesiapan
penyedia layanan internet tersebut,
akan didapatkan langkah-langkah
yang tepat dalam pemenuhan
kebutuhan pengalamatan internet
yang semakin mendesak untuk segera
di migrasikan ke IPv6.
5. Secara rinci
permasalahan Ipv6 di Indonesia adalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana kondisi implementasi
IPv6 di Indonesia
2. Bagaimana kesiapan masyarakat
pengguna internet di Indonesia
untuk migrasi ke IPv6?
3. Apa saja faktor penghambat dalam
migrasi dari IPv4 ke IPv6?
NISSA OKTASI NOPA
BalasHapus1402021006
KELAS WORK APLIKASI INTERNET
SEMESTER 8
1. Kendala dalam penerapan IPv6
yaitu dari :
1) Sisi Operator yaitu Kepu-
tusan Eksekutif dari masing-
masing Operator untuk
melaksanakan adopsi IPv6.
2) Sisi institusi khususnya ITB
adalah dengan tetap harus
diterapkannya IPv4, pada
sisi lain IPv6 juga sudah
diterapkan
2. Yang dapat menjadi katalis
dalam mempercepat migrasi ke
IPv6:
1) Adanya Pilot Project yang
dipelopori oleh ITB (mini-
mal 1 tahun), seperti contoh
dengan adanya infrastruktur
LAN /WiFi khusus untuk
support IPv6 only
2) Setelah adanya Pilot Poject,
dilanjutkan dengan
pembuatan listing kendala-
kendala yang ditemukan
dalam masa pilot project
tersebut dan langsung
dilakukan perbaikan dan
maintenance yang optimal.
3. Kondisi Implementasi IPv6
sekarang : untuk di Indonesia
masih cukup sulit karena
kondisi lapangan / masyakarat
pengguna internet yang masih
cukup tinggi untuk penggu-
naan software ataupun aplikasi
yang belum support IPv6
seperti yahoo messenger, skype,
dan sebagainya.
4. Sosialisasi IPv6 ke masyarakat
belum maksimal, termasuk
soliditas Indonesia IPv6 Task
Force yang dibentuk oleh
pemerintah. Semua tergantung
pada provider penyedia
internet.
5. Migrasi IPv6 belum cukup
hanya pada faktor kesiapan,
karena ada faktor selanjutnya
yaitu faktor implementasi yang akan menjadi permasalahan
lain. Kesiapan belum tentu
dapat dengan mudah
Implementasi IPv6
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSRISALMAWATI/1202021019
BalasHapusSI Semester 8
Work Aplikasi Internet
- Teknologi Internet Protocol version 6 (IPv6) adalah protokol internet yang telah di sepakati sebagai teknologi next generation Internet. Kemampuan IPv6 Authority (IANA), organisasi yang mengelola sumberdaya protokol Internet dunia.
- Untuk mempercepat migrasi, stakeholder internet di Indonesia yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Industri Penyelenggara Internet membentuk ID-IPv6TF. Dalam studi ini, ditemukan bahwa implementasi IPv6 di Indonesia termasuk dalam kategori baik dibandingkan dengan negara lain di dunia.
- Kemampuan IPv6 dalam mendukung jumlah alamat dengan 2 128 alamat di bandingkan dengan IPv4 yang hanya 2 32 alamat. Arsitektur IPv6 juga didesain untuk menyelesaikan masalah-masalah
yang timbul pada teknologi IPv4 secara permanen. Selanjutnya keamanan jaringan yang terintegrasi,
kemampuan untuk Multicasting atau transmisi paket data ke sejumlah tujuan, dukungan mobilitas tinggi dan kualitas layanan yang lebih baik`
- Kesiapan Penerapan IPv6 di Indonesia
* Ditjen Postel dan stake holder memulai persiapan dengan melakukan IPv6 trial yang meliputi pengujian : static dan dynamic routing Domain Name Server (DNS), web, mail, interoperability, tunneling, native looking glass dan BGP yang hasilnya di publikasikan ke publik melalui acara
Asia Pacific Regional Internet Conferenceon Operational Technologies.
* Ditjen Postel membentuk Indonesia IPv6 Task Force (ID-IPv6TF) pada tahun 2008 yang melibatkan APJII, perwakilan operator, dan pemangku kepentingan dalam industri internet yang berfungsi sebagai koordinator kegiatan yang mendorong penerapan IPv6, memastikan interoperability antar perangkat dan antar operator telekomunikasi, merumuskan standar-standar IPv6 yang dibutuhkan dan memastikan semua pihak terkait berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari penerapan IPv6.
* Setelah dibentuknya ID-IPv6TF seluruh stake holder internet terus bergerak untuk persiapan
implementasi IPv6.
- Kendala dalam penerapan IPv6
ID-IPv6TF (PENS-ITS)
a. Sosialisasi IPv6 ke masyarakat belum maksimal, termasuk soliditas Indonesia IPv6 Task Force yang dibentuk oleh pemerintah. Semua tergantung pada provider penyedia internet.
b. Migrasi IPv6 belum cukup hanya pada faktor kesiapan, karena ada faktor selanjutnya yaitu faktor implementasi yangakan menjadi permasalahan lain. Kesiapan belum tentu dapat dengan mudah
Implementasi IPv6.
c. Salah satu cara untuk mendorong implementasi IPv6 dengan memaksa pengguna untuk menggunakan aplikasi yang penting dan sering mereka akses dipaksakan dengan IPv6.
d. IPv4 masih banyak digunakan karena penghapalan IPv6 yang sulit dan aplikasi yang menggunakannya masih banyak.
Marina Amril
BalasHapus1202021011
Sistem Informasi Semester 8
Work Aplikasi Internet
Kondisi Migrasi Internet Protocol Version 6 (Ipv6) Di Indonesia
- Teknologi Internet Protocol version 6 (IPv6) adalah protokol internet yang telah di sepakati sebagai teknologi next generation Internet. Kemampuan IPv6 didesain untuk dapat melampaui kemampuan IPv4 yang umum digunakan sekarang ini. Fitur-fitur aplikasi Internet masa depan akan sangat mungkin difasilitasi oleh teknologi IPv6.
Arsitektur IPv6 didesain untuk menyelesaikan masalah yang timbul pada teknologi IPv4 secara permanen. Sebagian dari keunggulan IPv6 adalah keamanan jaringan yang terintegrasi, kemampuan untuk Multicasting atau transmisi paket data ke sejumlah tujuan, dukungan mobilitas tinggi dan kualitas layanan yang lebih baik dari IPv4.
- ID-IPv6TF (ITB)
a.Kendala dalam penerapan IPv6 yaitu dari :
*Sisi Operator yaitu Keputusan Eksekutif dari masing-masing Operator untuk melaksanakan adopsi IPv6.
*Sisi institusi khususnya ITB adalah harus diterapkannya IPv4, pada sisi lain IPv6 sudah diterapkan.
b.Katalis dalam mempercepat migrasi ke IPv6:
*Adanya Pilot Project yang dipelopori oleh ITB (minimal 1 tahun), contoh adanya infrastruktur LAN /WiFi khusus untuk support IPv6 only.
*Adanya Pilot Poject,dilanjutkan dengan pembuatan listing kendala yang ditemukan dalam masa pilot project tersebut dan langsung dilakukan perbaikan dan maintenance yang optimal.
c.Kondisi Implementasi IPv6: di Indonesia masih cukup sulit karena kondisi lapangan /masyakarat pengguna internet yang masih cukup tinggi untuk penggunaan software ataupun aplikasi yang belum support IPv6 seperti yahoo messenger, skype dan sebagainya.
- ID-IPv6TF (PENS-ITS)
a.Sosialisasi IPv6 ke masyarakat belum maksimal, termasuk soliditas Indonesia IPv6 Task Force yang dibentuk oleh pemerintah. Semua tergantung pada provider penyedia internet.
b.Migrasi IPv6 belum cukup hanya pada faktor kesiapan, karena ada faktor selanjutnya yaitu faktor implementasi yang akan menjadi permasalahan lain. Kesiapan belum dapat dengan mudah Implementasi IPv6.
c.Salah satu cara untuk mendorong implementasi IPv6 dengan memaksa pengguna untuk menggunakan aplikasi yang penting dan sering mereka akses dipaksakan dengan IPv6.
d.IPv4 masih banyak digunakan karena penghapalan IPv6 sulit dan aplikasi yang menggunakannya masih banyak.
- ID-IPv6TF (access.net.id)
a. Kendala dalam penerapan IPv6 yaitu dari:
*Sisi Operator yaitu Keputusan Eksekutif dari masing-masing Operator untuk melaksanakan adopsi IPv6. Perlunya admin-engineer untuk fokus melakukan praktek tunnelling paralel dengan IPv4 yang akan otomatis fade-out bila IPv6 sudah native6 baik dari sisi DNS dan AAAA new_root_zone.
b.Katalis dalam mempercepat migrasi ke IPv6:
*Diknas dengan membuat silabus IPv6 lebih tinggi porsinya baik praktek maupun pengajaran dari IPv4.
*Operator Telekomunikasi, PANDI, Pemerintah dan Vendors dengan melakukan pelaksanaan Critical Internet Infrastructure (CII) lengkap sebelum pelayanan dan Research.
*Pemerintah: Seluruh Pelaksanaan Pelelangan kategori ICT “hijau”harus mensyaratkan fasilitas IPv6 melalui Tunneling sebelum ke Native6.
c.Kondisi Implementasi IPv6 sekarang: Indonesia termasuk mid-up dalam pelaksanaan jaringan di tingkat Operator Telekomunikasi termasuk mid-up catagory. kondisi penerapan IPv6 terlihat masih sporadis, karena koordinatornya tidak melaksanakan secara praktis terukur dalam roadmap, terkesan mencari-cari konsep yang sebetulnya tidak perlu.
- APNIC
a. Kendala dalam penerapan IPv6 di Indonesia: kesiapan SDM, kesiapan perangkat dan komitmen/awareness di tingkat top management.
b.Katalis dalam penerapan IPv6 yaitu habisnya IPv4 sendiri, karena dengan habisnya IPv4 ini tidak ada jalan alternatif lain selain memulai migrasi ke IPv6.
c.Tingkat kesiapan IPv6 di Indonesia berdasarkan survey APNIC bulan Maret 2011, persiapan di penyelenggara jasa Internet skala besar sudah cukup baik (70-80%).
Penelitian ini berhasil mewawancarai
BalasHapus3 orang anggota ID-IPv6TF dan 1
orang anggota APNIC. Berikut adalah
hasil pendapat dari stakeholder:
1. ID-IPv6TF (ITB)
a. Kendala dalam penerapan IPv6
yaitu dari :
1) Sisi Operator yaitu Keputusan
Eksekutif dari masingmasing
Operator untuk
melaksanakan adopsi IPv6.
2) Sisi institusi khususnya ITB
adalah dengan tetap harus
diterapkannya IPv4, pada
sisi lain IPv6 juga sudah
diterapkan. Hal tersebut
menjadikan beban kerja,
sumber daya manusia
pengelola, dan infrastruktur
harus mengakomodasi
kebutuhan kedua teknologi
tersebut pada waktu yang
bersamaan. Hal tersebut
terjadi karena kondisi di ITB
yang belum memungkinkan
untuk sepenuhnya menggunakan
IPv6.
b. Yang dapat menjadi katalis
dalam mempercepat migrasi ke
IPv6:
1) Adanya Pilot Project yang
dipelopori oleh ITB (minimal
1 tahun), seperti contoh
dengan adanya infrastruktur
LAN /WiFi khusus untuk
support IPv6 only
2) Setelah adanya Pilot Poject,
dilanjutkan dengan
pembuatan listing kendalakendala
yang ditemukan
dalam masa pilot project
tersebut dan langsung
dilakukan perbaikan dan
maintenance yang optimal.
c. Kondisi Implementasi IPv6
sekarang : untuk di Indonesia
masih cukup sulit karena
kondisi lapangan / masyakarat
pengguna internet yang masih
cukup tinggi untuk penggunaan
software ataupun aplikasi
yang belum support IPv6
seperti yahoo messenger, skype,
dan sebagainya.
2. ID-IPv6TF (PENS-ITS)
a. Sosialisasi IPv6 ke masyarakat
belum maksimal, termasuk
soliditas Indonesia IPv6 Task
Force yang dibentuk oleh
pemerintah. Semua tergantung
pada provider penyedia
internet.
b. Migrasi IPv6 belum cukup
hanya pada faktor kesiapan,
karena ada faktor selanjutnya
yaitu faktor implementasi yang
154
uletin
Pos dan
Telekomunikasi B
VOL. 9 NO. 2 JUNI 2011
akan menjadi permasalahan
lain. Kesiapan belum tentu
dapat dengan mudah
Implementasi IPv6
c. Salah satu cara untuk
mendorong implementasi IPv6
dengan memaksa pengguna
untuk menggunakan aplikasi
yang penting dan sering
mereka akses dipaksakan
dengan IPv6.
d. IPv4 masih banyak digunakan
karena penghapalan IPv6 yang
sulit dan aplikasi yang
menggunakannya masih
banyak.
3. ID-IPv6TF (access.net.id)
a. Kendala dalam penerapan IPv6
yaitu dari:
1) Sisi Operator yaitu
Keput
Suci pratiwi
BalasHapus1302021010
Sistem informasi semester 8
*keunggulan IPv6 adalah keamanan
jaringan yang terintegrasi,
kemampuan untuk Multicasting atau
transmisi paket data ke sejumlah
tujuan, dukungan mobilitas tinggi
dan kualitas layanan yang lebih baik
dari IPv4.
* Sosialisasi IPv6 ke masyarakat
belum maksimal, termasuk
soliditas Indonesia IPv6 Task
Force yang dibentuk oleh
pemerintah. Semua tergantung
pada provider penyedia
internet.
* Migrasi IPv6 belum cukup
hanya pada faktor kesiapan,
karena ada faktor selanjutnya
yaitu faktor implementasi yang akan menjadi permasalahan
lain. Kesiapan belum tentu
dapat dengan mudah
Implementasi IPv6
* Salah satu cara untuk
mendorong implementasi IPv6
dengan memaksa pengguna
untuk menggunakan aplikasi
yang penting dan sering
mereka akses dipaksakan
dengan IPv6.
*IPv4 masih banyak digunakan
karena penghapalan IPv6 yang
sulit dan aplikasi yang
menggunakannya masih
banyak.
*Kendala dalam penerapan IPv6
di Indonesia: kesiapan SDM,
kesiapan perangkat dan
komitmen/awareness di
tingkat top management
b. Yang menjadi katalis dalam
penerapan IPv6 yaitu habisnya
IPv4 sendiri, karena dengan
habisnya IPv4 ini tidak ada jalan
alternatif lain selain memulai
migrasi ke IPv6.
c. Tingkat kesiapan IPv6 di Indonesia berdasarkan survey
APNIC bulan Maret 2011,
persiapan di penyelenggara
jasa Internet skala besar sudah
cukup baik (70-80%). Namun
dari sisi penyedia konten
belum sepenuhnya siap. Disisi
lain perlu lebih banyak promosi
IPv6 yang melibatkan penyedia
konten, seperti http://
isoc.org/wp/worldipv6day/
DHERESHY WIDIARSI
BalasHapus1402021002
WORK APLIKASI INTERNET
Sosialisasi IPv6 ke masyarakat
belum maksimal, termasuk
soliditas Indonesia IPv6 Task
Force yang dibentuk oleh pemerintah. Semua tergantung
pada provider penyedia internet.
Kendala dalam penerapan IPv6di Indonesia: kesiapan SDM,kesiapan perangkat dan
komitmen/awareness di
tingkat top management.
Yang menjadi katalis dalam
penerapan IPv6 yaitu habisnya
IPv4 sendiri, karena dengan
habisnya IPv4 ini tidak ada jalanalternatif lain selain memulaimigrasi ke IPv6.
Salah satu cara untuk
mendorong implementasi IPv6
dengan memaksa pengguna
untuk menggunakan aplikasi
yang penting dan sering
mereka akses dipaksakan
dengan IPv6.
Secara 0objektif, Indonesia
termasuk mid-up dalam
pelaksanaan jaringan di tingkat Operator Telekomunikasi,namun tindakan migrasi masih
sporadis sehingga dapat dilihat kurangnya peran koordinator dalam hal ini.
Istin arrahmania
BalasHapus1402021004
Work aplikasi internet
# Seluruh Pelaksa-
naan Pelelangan kategori
ICT “hijau”harus mensyarat-
kan fasilitas IPv6 melalui
Tunneling sebelum ke Na-
tive6
# Kendala dalam penerapan IPv6
yaitu dari :
1) Sisi Operator yaitu Kepu-
tusan Eksekutif dari masing-
masing Operator untuk
melaksanakan adopsi IPv6.
# IPv4 masih banyak digunakan
karena penghapalan IPv6 yang
sulit dan aplikasi yang
menggunakannya masih
banyak.
# Adapun kesiapan
migrasi diukur dengan 4 variabel
yakni pengetahuan tentang habisnya
IPv4, waktu migrasi serta informasi,
pengetahuan yang diperlukan untuk
migrasi.
# APNIC
Tingkat kesiapan IPv6 di Indo-
nesia berdasarkan survey
APNIC bulan Maret 2011,
persiapan di penyelenggara
jasa Internet skala besar sudah
cukup baik (70-80%).
Endah kurniawati
BalasHapus1402021003
Work aplikasi internet
jaringan Internet di Indonesia berikut
perangkat-perangkat pendukungnya
hingga di tingkat end user masih
menggunakan Internet Protocol version
4 (IPv4).
Kendala dalam penerapan IPv6
di Indonesia: kesiapan SDM,
kesiapan perangkat dan
komitmen/awareness di
tingkat top management.
IPv4 masih banyak digunakan
karena penghapalan IPv6 yang
sulit dan aplikasi yang
menggunakannya masih
banyak.
Salah satu cara untuk
mendorong implementasi IPv6
dengan memaksa pengguna
untuk menggunakan aplikasi
yang penting dan sering
mereka akses dipaksakan
dengan IPv6.
Operator
Internet akan membutuhkan alamat IP untuk mengembangkan layanannya
hingga ke seluruh pelosok negeri. Saat ini, jaringan Internet di Indonesia berikut
perangkat-perangkat pendukungnya hingga di tingkat end user masih
menggunakan Internet Protocol version 4 (IPv4).
Widya novita
BalasHapus1402021010
Keberadaan Internet sebagai salah
satu hasil dari kemajuan Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK)
semakin mempengaruhi segala aspek
kehidupan masyarakat khususnya
pada pertumbuhan industri.
Sejalan dengan pertumbuhan industri
Internet di Indonesia tersebut, maka
kebutuhan akan alamat Internet Proto-
col (IP) juga pasti meningkat. Opera-
tor Internet akan membutuhkan
alamat IP untuk mengembangkan
layanannya hingga ke seluruh
pelosok negeri.
Kenyataan yang dihadapi dunia
sekarang adalah menipisnya
persediaan alamat IPv4 yang
dialokasikan. Hal ini dikarenakan
jumlah alamat yang dapat didukung
oleh IPv4 adalah 232 bits, sedangkan
data terakhir didapatkan bahwa
alokasi IPv4 telah habis dialokasikan
pada akhir April 2011 di tingkat
Internet Assigned Numbers Authority
(IANA), organisasi yang mengelola
sumberdaya protokol Internet dunia.
1
Menjadi sebuah keniscayaan adanya
teknologi yang dapat mengatasi
masalah krisisnya IPv4. Teknologi
Internet Protocol version 6 (IPv6) adalah
protokol internet yang telah di
sepakati sebagai teknologi next genera-
tion Internet. Kemampuan IPv6
idesain untuk dapat melampaui
kemampuan IPv4 yang umum
digunakan sekarang ini. Fitur-fitur
aplikasi Internet masa depan akan
sangat mungkin difasilitasi oleh
teknologi IPv6.
Dilihat dari segi jumlah alamat, IPv6
mampu mendukung total 2128 alamat.
Perbandingan ini sangat masif
dibandingkan kemampuan yang
dimiliki IPv4 dan jumlah tersebut
lebih dari cukup untuk
menyelesaikan masalah persediaan
alamat IP untuk waktu yang sangat
panjang. Arsitektur IPv6 juga didesain
untuk menyelesaikan masalah-
masalah yang timbul pada teknologi
IPv4 secara permanen. Sebagian dari
keunggulan IPv6 adalah keamanan
jaringan yang terintegrasi,
kemampuan untuk Multicasting atau
transmisi paket data ke sejumlah
tujuan, dukungan mobilitas tinggi
dan kualitas layanan yang lebih baik
dari IPv4.
Setelah dibentuknya ID-IPv6TF
seluruh stake holder internet terus
bergerak untuk persiapan
implementasi IPv6, seperti
pembentukan Indonesian Internet Ex-
change Open Internet Exchange Point,
Indonesia IPv6 Tunnel Brokers oleh
APJII, Alokasi Prefiks IPv6 oleh APJII-
National Internet Registry (NIC) dan
akhirnya pada tahun 2010 Ditjen Postel
melakukan penyegaran ID-IPv6TF,
mengadakan IPv6 Forum dan terakhir
ndonesia IPv6 Summit yang berlang-
sung di Bali pada Bulan Juni 2010.
Meski demikian, rangkaian kegiatan
tersebut ternyata masih belum cukup
untuk mentuntaskan penerapan IPv6
di Indonesia.
PT. Indosat, TBK, dan beberapa op-
erator lainnya melalui berbagai media
menyatakan kesiapannya dalam
implementasi teknologi IPv6.
Melihat permasalahan diatas, maka
diperlukan sebuah penelitian kom-
prehensif yang akan mengevaluasi
tingkat kesiapan penyedia layanan
internet dalam upaya migrasi dari IPv4
menuju IP6 baik dari segi kesiapan
sumber daya dan perangkat sehingga
dengan mengetahui tingkat kesiapan
penyedia layanan internet tersebut,
akan didapatkan langkah-langkah
yang tepat dalam pemenuhan
kebutuhan pengalamatan internet
yang semakin mendesak untuk segera
di migrasikan ke IPv6.