KELAS KEPEMIMPINAN DAN INTERPERSONAL SI SEM 2
Pilihlah salah satu bacaan berikut :
1. Bacaan 1
2. Bacaan 2
3. Bacaan 3
Dari hasil salah satu Bacaan tersebut berikan 5 "Point Respon", pada kolom comment.....
Ditunggu Paling Lambat Tanggal 22 April 2017.
Fungsi Point Respon edisi 18 April 2017:
1. Kehadiran pertanggal 18 April 2017
2. Nilai Plus (100)
Salam Intelegency
Zainul Aras Z., M.SI.
1. Bacaan 1
2. Bacaan 2
3. Bacaan 3
Dari hasil salah satu Bacaan tersebut berikan 5 "Point Respon", pada kolom comment.....
Ditunggu Paling Lambat Tanggal 22 April 2017.
Fungsi Point Respon edisi 18 April 2017:
1. Kehadiran pertanggal 18 April 2017
2. Nilai Plus (100)
Salam Intelegency
Zainul Aras Z., M.SI.
Nama : Vella Armi
BalasHapusNIM : 1602021066
Program Studi : Sistem Informasi
MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAWAN
Pendidikan kewirausahaan (entepreneurship) di Indonesia masih kurang
memperoleh perhatian yang cukup memadai, baik oleh dunia pendidikan, masyarakat,
maupun pemerintah.
Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan
baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah
menumbuhkan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan
dan kekayaan bukan tujuan utama. Secara sederhana arti kewirausahaan (entrepreneur)
adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam
berbagai kesempatan. Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan
berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi
tidak pasti (Kasmir, 2007: 18).
CIRI DAN WATAK KEWIRAUSAHAAN
a. Ciri-ciri Kewirausahaan
Percaya diri
Berorientasi pada tugas dan hasil
Pengambilan resiko
Kepemimpinan
Keorisinilan
Berorientasi ke masa depan
b. Watak Kewirausahaan
Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis, dan optimism
Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad
kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif
Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan
Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran
dan kritik
Inovatif dan kreatif serta fleksibel
Pandangan ke depan, perspektif
(Sumber : dari Meredith, et.a., dalam Suryana, 2001).
FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI DALAM BERWIRAUSAHA
Ciri-ciri wirausaha yang berhasil (Kasmir, 27-28) :
a. Memiliki visi dan tujuan yang jelas.
b. Inisiatif dan selalu proaktif.
c. Berorientasi pada prestasi.
d. Berani mengambil resiko.
e. Kerja keras.
f. Bertanggungjawab terhadap segala aktivitas yang dijalankan, baik sekarang maupun
yang akan datang.
g. Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan
harus ditepati.
h. Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang
berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak.
Dari analisis pengalaman di lapangan, ciri-ciri wirausaha yang pokok untuk dapat
dirangkum dalam tiga sikap, yaitu:
a. Jujur
b. Mempunyai tujuan jangka panjang
c. Selalu taat berdoaang diperoleh.
Kompetensi perlu dimiliki oleh wirausahawan seperti halnya profesi lain dalam
kehidupan, kompetensi ini mendukungnya ke arah kesuksesan. Dan & Bradstreet
Business Credit Service (1993: 1) mengemukakan 10 kompetensi yang harus dimiliki,
yaitu:
1) Knowing your business
2) Knowing the basic business management
3) Having the proper attitude
4) Having adequate capital
5) Managing finances effectively
6) Managing time efficiently
7) Managing people
8) Statisfying customer by providing high quality product
9) Knowing Hozu to Compete
10) Copying with regulation and paper work
Delapan anak tangga menuju puncak karir berwirausaha (Alma, 106-109), terdiri atas:
1) Mau bekerja keras (capacity for hard work)
2) Bekerjasama dengan orang lain (getting things done with and through people)
3) Penampilan yang baik (good appearance)
4) Yakin (self confidence)
5) Pandai membuat keputusan (making sound decision)
6) Mau menambah ilmu pengetahuan (college education)
7) Ambisi untuk maju (ambition drive)
8) Pandai berkomunikasi (ability to communicate).
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusNama: Rina Saputri
BalasHapusNIM: 1602021049
Program Study: sistem informasi
SOFT SKILL SEBAGAI KONTRIBUSI KEBERHASILAN
Banyak orang beranggapan bahwa di dalam pemenuhan keberhasilan seseorang adalah faktor luck (keberuntungan) dan faktor keuangan (materi) seseorang tersebut. Yah..memang hal tersebut tidak lah dipungkiri apalagi di lirik dari sulitnya mencapai suatu keberhasilan saat ini. Namun yang perlu di sadari bahwa banyak hal yang menentukan keberhasilan seseorang yaitu soft skill.
Soft skill, menurut survey MRI, merupakan faktor terbesar pemberi konstribusi suatu keberhasilan, yakni sekitar 40%, selain faktor hard skill sebanyak 20%, networking sebayak 30% dan finansial 10%.
Berikut defenisi soft skill menurut beberapa pakar (www.soft-skill.blogspot.com):
· “ Soft skills are personal skills, emotional skills, and managerial skills. It different from hard science capacities “ ( Prof. Professor L. David Brown – Harvard University’ s Kennedy Scholl of Goverment)
· “ They are people’s skills, presentations, comunication skills, team players, and openness to cultural diversity. Personal traits (such as time management, leadership ability, being dependable and honest) all fall under soft skills “ (Professor Gregory S. Yovanof – Expert at AIT)
Perbedaan antara soft skill dan hard skill
Soft skill merupakan suatu pengembangan dari konsep kecerdasan emosional, yang dimana kecerdasan tersebut bukan berasal dari nilai yang didapatkan ketika menempuh pendidikan orang tersebut melainkan kemampuan intrapersonal dan interpersonal seseorang.
Adapun hal – hal yang mencakup soft skill yaitu:
A. Kemampuan Intrapersonal mencakup
1. Kesadaran diri, terdiri dari:
· kepercayaan diri
· penilaian diri
· sifat
· kesadaran emosional
2. Keterampilan diri, terdiri dari:
· perbaikan diri
· kontrol diri
· kepercayaan
· kelayakan
· pengaturan diri
· proaktif
· konsisten
B. Kemampuan Interpersonal mencakup
1. Kesadaran sosial, terdiri dari:
· kesadaran politik
· pengembangan
· peningkatan keragaman
· pelayanan
· empati
2. Keterampilan sosial, terdiri dari:
· kepemimpinan
· pengaruh
· komunikasi
· manajemen
· kerjasama
· tim kerja
· sinergi
Sementara kemampuan hard skill lebih kepada ilmu pengetahuan yang di dapatkan seseorang dalam pendidikan mereka.
Penerapan Soft Skill
Soft skill seseorang terlihat ketika ia sedang melakukan interaksi terhadap teman dan kelompok. Di saat itu akan tampak siapa dan bagaimana kepribadian orang tersebut. Dan untuk saat ini, banyak sekali kita lihat dalam pencapaian tenaga kerja bukan saja bergantung kepada hard skill seseorang namun soft skill sudah amat lah sangat di butuhkan. Dan perlu sekali untuk di ingat bahwa hard skill merupakan faktor penting dalam bekerja daan kemampuan seseorang dalam bekerja di tentukan oleh soft skill masing-masing orang.
Nama : Restu Tri Utari
BalasHapusNim :1602021044
Prodi : Sistem Informasi B
Bacaan 2 :PENTINGNYA AKTUALISASI KETERAMPILAN INTERPERSONAL
EKSEKUTIF DEMI MENCIPTAKAN ORGANISASI YANG EFEKTIF
Apa (What) yang dimaksud dengan aktualisasi keterampilan interpersonal eksekutif dan
efektivitas organisasi?
Istilah komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi terdengar setiap hari.
Kedengarannya sederhana, tetapi komunikasi antarpribadi membutuhkan keterampilan dalam
implementasinya saat berhadapan dengan orang lain. Komunikasi interpersonal menghendaki
informasi atau pesan dapat tersampaikan dan hubungan di antara orang yang berkomunikasi dapat
terjalin berkelanjutan. Dalam konteks berorganisasi, komunikasi interpersonal telah melingkupi aspek
kehidupan yang luas dan dapat meluas jangkauannya.
Komunikasi interpersonal para eksekutif adalah keterampilan strategis untuk hubungan
profesional berorganisasi sekaligus merupakan kekuatan taktis dalam membentuk pengertian dan
pemahaman dalam bekerja sama melalui dan bersama orang lain. Komunikasi interpersonal dapat
membina percakapan, koordinasi, dan kerja sama orang-orang dalam organisasi agar mereka produktif, dinamis, dan inovatif. Selain itu, komunikasi interpersonal pun dapat menghubungkan tujuan
organisasi dengan kontribusi partisipasi anggota organisasi tersebut. Keterampilan interpersonal
merupakan keterampilan yang sederhana, tetapi komunikasinya kepada orang lain bukanlah suatu
proses yang sederhana. Karena manusia merupakan mahluk unik, orang di sekitar kerap bereaksi
keliru bahkan terhadap pesan-pesan yang sangat sederhana. Masing-masing melihat dunia dengan cara
berbeda berdasarkan pengalaman, nilai, sikap, dan persepsi masing-masing. Setiap faktor bisa
berpotensi melahirkan reaksi-reaksi yang tak diharapkan ketika berkomunikasi dengan orang-orang
lain.
Mengapa (Why) aktualisasi keterampilan interpersonal eksekutif erat terkait efektivitas
organisasinya?
Banyak orang yang memegang tanggung jawab dalam organisasi-organisasi tidak dapat
menyadari bahwa mereka sesungguhnya mempunyai kekuatan untuk mengubah organisasi tersebut
menjadi lebih baik. Prinsip utama manajemen yang baik, dalam bentuknya yang paling sederhana,
dapat dinyatakan sebagai berikut: ”Berbuatlah kepada orang lain sebagaimana kita mengharapkan
mereka berbuat kepada kita.” Sebab manusia, di dalam organisasi perusahaan sama dengan di tempat
lainnya, hidup dalam kebersamaan moral yang universal. Pimpinan eksekutifnya harus mampu
membangun kepercayaan antarkaryawan dengan keterampilan interpersonalnya sesuai standar moral
yang telah berfungsi dalam organisasi modern.
Bagaimana (How) caranya mencapai efektivitas organisasi melalui aktualisasi keterampilan
interpersonal eksekutifnya?
Banyak korporasi menyadari bahwa mengakui para karyawan atas pekerjaan yang
diselesaikannya dengan baik masih memberikan pengaruh ampuh terhadap produktivitas. Melihat dari
dekat semua teori produktivitas (seperti teori kebutuhan, teori dorongan, dan teori harapan),
mengungkapkan prinsip perilaku manusia yang umum dan sederhana, bahwa orang berbuat atas
dorongan atau penghargaan terhadap mereka karena melakukannya.
Nama : Serly Prima Dhani
BalasHapusNim : 1602021064
Prodi : sistem informasi 2B
Bacaan 1 MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAWAN
menjadi seorang wirausaha (entrepreneur) tentu saja merupakan hak asasi semua manusia. jangan karena mentang-mentang kita tidak punya turunan (genetis) pengusaha sehingga menutup peluang untuk menjadi wirausaha .
langkah awal yang kita lakukan apabila berminat terjun ke dunia wirausaha adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan dalam diri kita. banyak cara yang dapat dilakukan.
1. melalui pendidikan formal .kini berbagai lembaga pendidikn baik menengah maupun tinggi menyajikan berbagai program atau paling tidak mata kuliah kewirausahaan.
2. melalui seminar-seminar kewirausahaan. dengan mengundang pakar dan praktisi kewirausahaan .
3. melalui pelatihan. yang bersifat praktis baik dalam ruangan maupun luar ruangan demi menstimulasi keberanian dan ketanggapan kita terhadap dinamika perubahan lengkungan akan diuji dan selalu diperbaiki da n dikembangkan.
4. otodidak. melalui berbagai media kita bisa menumbuhkan semangat berwirausaha atau dengan belajar sendiri, mencari tahu sendiri, tanpa mendapat bimbingan dari orang lain tentang kewirausahaan.
menurut pendapat Suryana (2003) bahwa orang-orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan yaitu :
1. percaya diri (yakin , optimis dan penuh komitmen).
2. berinisiatif (energik dan percaya diri),
3. memiliki motif berprestasi (berorientasi pada hasil dan berwawasan ke depan).
4. memiliki jiwa kepemimpinan (berani tampil berbeda dan beranni mengambil resiko dengan penuh perhitungan.
5. suka tantangan.
menumbuhkan kompetensi kewirausahaan
keterampilan yang harus dimiliki:
1. Managerial skill (keterampilan menejerial)
2. conseptual skill (kemampuan merumuskan tujuan)
3. human skill (keterampilan memahami dan berelasi)
4. descision making skill (keterampilan merumuskan masalah dan mengambil keputusan).
5. time Managerial skill (keterampilan mengatur dan menggunakan waktu)
dari bentuk-bentuk jiwa dan kompetensi kewirausahaan hanya sebagian dari banyaknya sumber, jadi jangan hanya menggunakan satu pedoman dalam menginginkan suatu perubahan dalam kehidupan, semakin banyak konsep akan semakin baik . dengan mengkolaborasikan berbagai pandangan tentang kewirausahaan
Nama : Rendi Rochmawan
BalasHapusNIM : 1602021043
Prodi : Sistem Informasi (2B)
Bacaan 1 :
1. kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan keterampilan teknis (hard skill), tetapi oleh keterampilan mengelola diri dan orang lain (soft skill).
2. menurut UNESCO, tujuan belajar yang dilakukan oleh peserta didik harus dilandaskan pada empat pilar yaitu learning how to know, learning how to do, learning how to be, dan learning how to live together. Dua landasan yang pertama mengandung maksud bahwa proses belajar yang dilakukan peserta didik mengacu pada kemampuan mengaktualkan dan mengorganisir segala pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki masing-masing individu dalam menghadapi segala jenis pekerjaan basis pendidikan yang dimilikinya (memiliki hard skill). Dengan kata lain peserta didik memiliki kompetensi yang memungkinkan mereka dapat bersaing untuk memasuki dunia kerja. Sedangkan dua landasan yang terakhir mengacu pada kemampuan mengaktualkan dan mengorganisir berbagai kemampuan yang ada pada masing-masing individu dalam suatu keteraturan sistemik menuju suatu tujuan bersama. Maksudnya bahwa untuk bisa menjadi seseorang yang diinginkan dan bisa hidup berdampingan bersama orang lain, baik di tempat kerja maupun di masyarakat mereka harus mengembangkan sikap toleran, simpati, empati, emosi, etika dan unsur psikologis lainnya. Inilah yang disebut dengan Soft Skill.
3. Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuanpenemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah menumbuhkan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama. Secara sederhana arti kewirausahaan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti (Kasmir, 2007: 18).
4. a. Ciri-ciri Kewirausahaan
• Percaya diri
• Berorientasi pada tugas dan hasil
• Pengambilan resiko
• Kepemimpinan
• Keorisinilan
• Berorientasi ke masa depan
b. Watak Kewirausahaan
• Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis, dan optimism
• Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad
• kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan
• Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran
• dan kritik Inovatif dan kreatif serta fleksibel
• Pandangan ke depan, perspektif
5. Tahap-tahap Kewirausahaan
• Kepercayaan diri
• Berorientasi pada action
6. Proses Kewirausahaan
a) proses inovasi
b) proses pemicu
c) proses pelaksanaan
d) proses pertumbuhan
7. Ciri-ciri wirausaha yang berhasil (Kasmir, 27-28) :
• Memiliki visi dan tujuan yang jelas.
• Inisiatif dan selalu proaktif.
• Berorientasi pada prestasi.
• Berani mengambil resiko.
• Kerja keras.
• Bertanggungjawab terhadap segala aktivitas yang dijalankan, baik sekarang maupun yang akan datang.
• Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati.
• Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama : Romlah
BalasHapusNIM : 1602021055
Program Studi : Sistem Informasi
Dimulai dengan kata tanya sebagai pemandu yaitu: What, Why, dan How.
Apa (What) yang dimaksud dengan aktualisasi keterampilan interpersonal eksekutif dan
efektivitas organisasi?
.Komunikasi interpersonal para eksekutif adalah keterampilan strategis untuk hubungan profesional berorganisasi sekaligus merupakan kekuatan taktis dalam membentuk pengertian dan pemahaman dalam bekerja sama melalui dan bersama orang lain. Komunikasi interpersonal dapat membina percakapan, koordinasi, dan kerja sama orang-orang dalam organisasi agar mereka produktif,
Kata kunci definisi ini adalah tujuan. Orientasi tujuan membedakan organisasi dengan sistem sosial lainnya. Tujuan organisasi selaras dengan berbagai kebutuhan manusia, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga pencapaian perkembangan diri. Dalam organisasi pencari laba, tujuan bisa terkait dengan aspek-aspek produksi dan keuntungan. Sedangkan dalam lembaga-lembaga kemanusiaan (human service agencies), tujuan organisasi dapat berupa perbaikan kualitas hidup orang di luar organisasi tersebutdan masukkan (output/input).
Organisasi sukses adalah organisasi
yang mampu menciptakan secara bersama-sama tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi. Tingkat efisiensi dan efektivitas itu seumpama teori tetes air, yaitu mulai dari atas sebagai pimpinan.
Hubungan baik yang berkaitan dengan manusia di dalam sebuah organisasi adalah faktor
penyumbang yang paling penting terhadap keberhasilan organisasi apapun. Untuk membangun hubungan baik, penanganan manusia di dalam organisasi harus melibatkan motif dan keinginan mereka yang paling alami. Misalnya, seorang manajer yang punya fungsi utama untuk mengelola
Bagaimana (How) caranya mencapai efektivitas organisasi melalui aktualisasi keterampilan
interpersonal eksekutifnya? Banyak korporasi menyadari bahwa mengakui para karyawan atas pekerjaan yang diselesaikannya dengan baik masih memberikan pengaruh ampuh terhadap produktivitas.
David McClelland.
adalah perilaku yang merupakan satu fungsi dari akibatnya. Jika manajemen menciptakan
penghargaan yang sangat dikehendaki untuk kehadiran yang baik, para karyawan akan sangat
termotivasi untuk hadir dan bekerja dengan baik. Sebaliknya, para pimpinan eksekutif jangan
mengharapkan kinerja yang tinggi bila mereka terus-menerus mengabaikan kinerja dan kontribusi karyawan.
asing lagi dalam jabatan publik di Indonesia. Jokowi adalah salah satu pemimpin yang berhasil
mengaplikasikan keterampilan interpersonal dalam setiap bentuk komunikasi publik.
Mengapa upaya menyampaikan gagasan untuk mengubah perilaku masyarakat kerap kali
kurang berhasil atau bahkan gagal? Salah satu penyebab adalah gagalnya pimpinan eksekutif dalam melakukan komunikasi publik. Atau, bisa jadi gagasan pimpinan organisasi tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Jokowi melakukan komunikasi publik untuk mengubah perilaku dan mentalitas warga Jakarta dengan mengaplikasikan keterampilan interpersonalnya pada warganya.
HUMANIORA Vol.4 No.2 Oktober 2013: 835-844
memosisikan diri sebagai pelayan rakyat. Blusukan approach adalah identifikasi. Identifikasi
merupakan salah satu bentuk kepribadian seorang pemimpin yang efektif. Kepemimpinan efektif berarti pemimpin mampu berpikir menurut sudat pandang orang lain. untuk tetap bertahan.pembuatan keputusan. Selain memodifikasi sistem, pemimpin transformasional juga mengerti dan mengajarkan sistem kebudayaan perusahaan.
Lee Iacocca yakin bahwa tidak ada yang bisa menggantikan tanggung jawab. Lee Iacocca berusaha mengorganisasikan rencana tindakannya demi meyakinkan orang agar mengikuti cara berpikirnya. Ia menghindari gagasan yang kacau, banyak keganjilan, dan multifungsi. Ia merumuskan gagasannya dengan jelas, sederhana, dan langsung.
Nama : Risti Yuliana
BalasHapusNim : 1602021051
Prodi : Si 2B
Kontribusi Soft Skill Dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
- menurut penelitian dari harvard university, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata mata oleh pengetahuan dan keterampilan mengelola diri dan orang lain ( soft Skill).
- pandangan para ahli tentang soft Skill
Ada dua kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan pengembangan pribadi
1. Kecerdasan interpersonal yaitu mengerti dan peka terhadap perasaan intensi, motivasi, dan watak orang lain.
2. Kecerdasan interpersonal yaitu kemampuan memahami diri dan bertindak adatif, kesadaran diri tinggi, inisiatif dan berani.
Oleh karena itu pengembangan soft Skill sangat lah penting dalam rangka penumbuhan jiwa kewirausahaan.
- ciri dan watak kewirausahaan
a. Ciri - ciri kewirausahaan
Percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, pengambilan resiko, kepemimpinan dan keorisinilan.
b. Watak kewirausahaan
Keyakinan ketidak ketergantungan, individualis, dan optimis,kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan,
Inovatif dan kreatif serta fleksibel, pandangan kedepan perspektif.
- tahap - tahap dan proses dalam kewirausahaan
a.) Tahap - tahap kewirausahaan
1. kepercayaan diri
2. Berorientasi pada action
Secara umum tahap - tahap melakukan wirausaha :
a. Tahap memulai
b. Tahap melaksanakan
c. Mempertahankan usaha
d. Mengembangkan usaha
b.) proses kewirausahaan
a. Proses inovasi
b. Proses memicu
c. Proses melaksanakan
d. Proses pertumbuhan
- faktor - faktor motivasi dalam berwirausaha
Ciri - ciri wirausaha yang berhasil :
a. Memiliki visi dan tujuan yang jelas
b. Inisiatif dan selalu proaktif
c. Berorientasi pada prestasi
d. Berani mengambil resiko
e. Kerja keras
f. Bertanggung jawab
g. Komitmen
h. Mengembangkan dan memelihara hubungan yang baik.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNAMA : PRATAMA PUTRA
BalasHapusNIM : 1602021042
PRODI : SISTEM INFORMASI 2B
SOFT SKILL SEBAGAI KONTRIBUSI KEBERHASILAN
Banyak orang beranggapan bahwa di dalam pemenuhan keberhasilan seseorang adalah faktor luck (keberuntungan) dan faktor keuangan (materi) seseorang tersebut. Yah..memang hal tersebut tidak lah dipungkiri apalagi di lirik dari sulitnya mencapai suatu keberhasilan saat ini. Namun yang perlu di sadari bahwa banyak hal yang menentukan keberhasilan seseorang yaitu soft skill.
Soft skill, menurut survey MRI, merupakan faktor terbesar pemberi konstribusi suatu keberhasilan, yakni sekitar 40%, selain faktor hard skill sebanyak 20%, networking sebayak 30% dan finansial 10%.
Berikut defenisi soft skill menurut beberapa pakar (www.soft-skill.blogspot.com):
· “ Soft skills are personal skills, emotional skills, and managerial skills. It different from hard science capacities “ ( Prof. Professor L. David Brown – Harvard University’ s Kennedy Scholl of Goverment)
· “ They are people’s skills, presentations, comunication skills, team players, and openness to cultural diversity. Personal traits (such as time management, leadership ability, being dependable and honest) all fall under soft skills “ (Professor Gregory S. Yovanof – Expert at AIT)
Perbedaan antara soft skill dan hard skill
Soft skill merupakan suatu pengembangan dari konsep kecerdasan emosional, yang dimana kecerdasan tersebut bukan berasal dari nilai yang didapatkan ketika menempuh pendidikan orang tersebut melainkan kemampuan intrapersonal dan interpersonal seseorang.
Adapun hal – hal yang mencakup soft skill yaitu:
A. Kemampuan Intrapersonal mencakup
1. Kesadaran diri, terdiri dari:
· kepercayaan diri
· penilaian diri
· sifat
· kesadaran emosional
2. Keterampilan diri, terdiri dari:
· perbaikan diri
· kontrol diri
· kepercayaan
· kelayakan
· pengaturan diri
· proaktif
· konsisten
B. Kemampuan Interpersonal mencakup
1. Kesadaran sosial, terdiri dari:
· kesadaran politik
· pengembangan
· peningkatan keragaman
· pelayanan
· empati
2. Keterampilan sosial, terdiri dari:
· kepemimpinan
· pengaruh
· komunikasi
· manajemen
· kerjasama
· tim kerja
· sinergi
Sementara kemampuan hard skill lebih kepada ilmu pengetahuan yang di dapatkan seseorang dalam pendidikan mereka.
Penerapan Soft Skill
Soft skill seseorang terlihat ketika ia sedang melakukan interaksi terhadap teman dan kelompok. Di saat itu akan tampak siapa dan bagaimana kepribadian orang tersebut. Dan perlu sekali untuk di ingat bahwa hard skill merupakan faktor penting dalam bekerja daan kemampuan seseorang dalam bekerja di tentukan oleh soft skill masing-masing orang
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAWAN
BalasHapusPendidikan kewirausahaan (entepreneurship) di Indonesia masih kurang
memperoleh perhatian yang cukup memadai, baik oleh dunia pendidikan, masyarakat,
maupun pemerintah. Banyak praktisi pendidikan yang kurang memperhatikan aspekaspek
penumbuhan mental, sikap dan prilaku kewirausahaan peserta didik, baik di
sekolah kejuruan maupun profesional sekalipun.
Sebagian besar anggota masyarakat memiliki
persepsi dan harapan bahwa output dari lembaga pendidikan dapat menjadi pekerja
(karyawan, administrator, atau pegawai) oleh karena dalam pandangan mereka
bahwa pekerja (terutama pegawai negeri) adalah priyayi yang memiliki status sosial
cukup tinggi dan disegani oleh masyarakat.
Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut di antaranya adalah
sebagai berikut:
Richard Cantillon (1775)
Jean Baptista Say (1816)
Frank Knight (1921)
Joseph Schumpeter (1934)
Penrose (1963)
Harvey Leibenstein (1968, 1979)
Israel Kirzner (1979)
Enterpreneurship Center at Miami University of Ohio
CIRI DAN WATAK KEWIRAUSAHAAN
a. Ciri-ciri Kewirausahaan
Percaya diri
Berorientasi pada tugas dan hasil
Pengambilan resiko
Kepemimpinan
Keorisinilan
Berorientasi ke masa depan
b. Watak Kewirausahaan
Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis, dan optimism
Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad
kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif
Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan
Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran
dan kritik
Inovatif dan kreatif serta fleksibel
Pandangan ke depan, perspektif
a. Locus pengendalian internal
b. Tingkat energi tinggi
c. Kebutuhan tinggi akan prestasi
d. Toleransi terhadap ambiguitas.
E. TAHAP-TAHAP DAN PROSES DALAM KEWIRAUSAHAAN
a. Tahap-tahap Kewirausahaan
1) Kepercayaan diri
2) Berorientasi pada action
Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha;
a) Tahap memulai
b) Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap “jalan
c) Mempertahankan usaha
d) Mengembangkan usaha
b. Proses Kewirausahaan
Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996: 3), proses
kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi dipengaruhi oleh berbagai
faktor baik yang berasal dari priadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan,
sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut
membentuk locus of control, kreativitas, keinovasian, impelementasi, dan
pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausaha yang besar.
a) proses inovasi
b) proses pemicu
c) proses pelaksanaan
d) proses pertumbuhan
Berdasarkan analisis pustaka terkait kewirausahaan, diketahui bahwa aspekaspek
yang perlu diperhatikan dalam melakukan wirausaha adalah:
a) Mencari peluang usaha baru: lama usaha dilakukan, dan jenis usaha yang
pernah dilakukan,
b) Pembiayaan: pendanaan-jumlah dan sumber-sumber dana
c) SDM: tenaga kerja yang dipergunakan,
d) Kepemilikan: peran-peran dalam pelaksanaan usaha,
e) Organisasi: pembagian kerja di antara tenaga kerja yang dimiliki,
F. FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI DALAM BERWIRAUSAHA
Ciri-ciri wirausaha yang berhasil (Kasmir, 27-28) :
a. Memiliki visi dan tujuan yang jelas
b. Inisiatif dan selalu proaktif
c. Berorientasi pada prestasi
d. Berani mengambil resiko
MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAWAN
BalasHapusPendidikan kewirausahaan (entepreneurship) di Indonesia masih kurang
memperoleh perhatian yang cukup memadai, baik oleh dunia pendidikan, masyarakat,
maupun pemerintah.
a. Ciri-ciri Kewirausahaan
Percaya diri
Berorientasi pada tugas dan hasil
Pengambilan resiko
Kepemimpinan
Keorisinilan
Berorientasi ke masa depan
b. Watak Kewirausahaan
Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis, dan optimism
Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad
kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif
Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan
Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran
dan kritik
Inovatif dan kreatif serta fleksibel
Pandangan ke depan, perspektif
(Sumber : dari Meredith, et.a., dalam Suryana, 2001)
a. Tahap-tahap Kewirausahaan
1) Kepercayaan diri
2) Berorientasi pada action
Ciri-ciri wirausaha yang berhasil (Kasmir, 27-28) :
a. Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana
langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus
dilakukan oleh pengusaha tersebut.
b. Inisiatif dan selalu proaktif. Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak
hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari
peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.
c. Berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang
lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan,
serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktivitas
102
Among Makarti, Vol.3 No.5 Juli 2010
usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding
sebelumnya.
d. Berani mengambil resiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang
pengusaha kapanpun dan di manapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
e. Kerja keras. Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di
situ dia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu
kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Ide-ide baru selalu
mendorongnya untuk bekerja keras merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan
tidak masalah yang tidak dapat diselesaikan.
f. Bertanggungjawab terhadap segala aktivitas yang dijalankan, baik sekarang maupun
yang akan datang. Tanggungjawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi
material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak.
g. Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan
harus ditepati. Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban
untuk segera ditepati dana direalisasikan.
h. Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang
berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan
baik yang perlu dijalankan, antara lain kepada : para pelanggan, pemerintah,
pemasok, serta masyarakat luas.
NAMA : RIKI NANDA SAPUTRA
BalasHapusNIM : 1602021047
PRODI : SISTEM INFORMASI 2B
BACAAN 1
KONTRIBUSI SOFT SKILL DALAM MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN
Perkembangan dari era industri ke era informasi membawa perubahan yang berarti. Laju informasi yang begitu cepat membawa perubahan ke arah positif dan negatif, positif karena banyak kemudahan yang dapat diperoleh manusia, segala informasi yang diperlukan dapat dengan mudah dan cepat diperoleh. Pendidikan dimaksudkan sebagai penyiapan sumber daya manusia untuk menjadikan bangsa bermartabat. Pendidikan menentukan kemajuan bangsa atau sebaliknya kemajuan bangsa bisa ditengok dari sejauhmana kemajuan bangsa tersebut dicapai di bidang pendidikan
MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAWAN
Pendidikan kewirausahaan (entepreneurship) diIndonesia masih kurang memperoleh perhatian yang cukup memadai, baik oleh dunia pendidikan, masyarakat, maupun pemerintah. Banyak praktisi pendidikan yang kurang memperhatikan aspek- aspek penumbuhan mental, sikap dan prilaku kewirausahaan peserta didik, baik di sekolah kejuruan maupun profesional sekalipun. Orientasi mereka, pada umumnya, hanya pada upaya-upaya menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai. Sementara itu, dalam masyarakat sendiri telah berkembang lama kultur federal (priyayi) yang diwarikan oleh penjajahan Belanda.
CIRI DAN WATAK KEWIRAUSAHAAN
a. Ciri-ciri Kewirausahaan
Percaya diri
Berorientasi pada tugas dan hasil
Pengambilan resiko
Kepemimpinan
Keorisinilan
Berorientasi ke masa depan b. Watak Kewirausahaan
Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis, dan optimism
Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif
Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan
Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik
Inovatif dan kreatif serta fleksibel
Pandangan ke depan, perspektif
TAHAP-TAHAP DAN PROSES DALAM KEWIRAUSAHAAN
a. Tahap-tahap Kewirausahaan
1) Kepercayaan diri
2) Berorientasi pada action
Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha;
a) Tahap memulai, tahap dimana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan franchising.
b) Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap “jalan”, tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan,
c) Mempertahankan usaha, tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
d) Mengembangkan usaha, tahap dimana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.
Nama : Rima Kurniawati
BalasHapusNIM : 16020201048
Prodi : Sistem Informasi (2B)
Bacaan 1 :
1. Penelitian mengungkapkan bahwa kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan keterampilan teknis (hard skill), tetapi oleh keterampilan mengelola diri dan orang lain (soft skill).
2. Soft Skill maksudnya adalah untuk bisa menjadi seseorang yang diinginkan dan bisa hidup berdampingan bersama orang lain, baik di tempat kerja maupun di masyarakat mereka harus mengembangkan sikap toleran, simpati, empati, emosi, etika dan unsur psikologis lainnya..
3. Hardskill menggambarkan perilaku dan keterampilan yang dapat dilihat mata (eksplisit). Hardskill adalah skill yang dapat menghasilkan sesuatu sifatnya visible dan immediate.
4. Interpersonal skill mencakup beberapa kemampuan, kemampuan seseorang dalam menghangatkan hubungan, membuat pendekatan yang mudah, membangun hubungan secara konstruktif, menggunakan diplomasi dan teknik untuk mencairkan situasi yang sedang tegang, menggunakan gaya yang dapat menghentikan permusuhan.
5. Wirausahawan adalah orang yang mengubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi, dan cara-cara baru.
6. CIRI DAN WATAK KEWIRAUSAHAAN
a. Ciri-ciri Kewirausahaan
Percaya diri
Berorientasi pada tugas dan hasil
Pengambilan resiko
Kepemimpinan
Keorisinilan
Berorientasi ke masa depan
b. Watak Kewirausahaan
Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis, dan optimism
Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad
kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif
Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan
Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran
dan kritik
Inovatif dan kreatif serta fleksibel
Pandangan ke depan, perspektif
7. Ciri-ciri wirausaha yang berhasil
• Memiliki visi dan tujuan yang jelas.
• Inisiatif dan selalu proaktif.
• Berorientasi pada prestasi.
• Berani mengambil resiko.
• Kerja keras.
• Bertanggungjawab terhadap segala aktivitas yang dijalankan, baik sekarang maupun
• yang akan datang.
• Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan
• harus ditepati.
• Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang
• berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak.
8. Delapan anak tangga menuju puncak karir berwirausaha (Alma, 106-109), terdiri atas:
1) Mau bekerja keras (capacity for hard work)
2) Bekerjasama dengan orang lain (getting things done with and through people)
3) Penampilan yang baik (good appearance)
4) Yakin (self confidence)
5) Pandai membuat keputusan (making sound decision)
6) Mau menambah ilmu pengetahuan (college education)
7) Ambisi untuk maju (ambition drive)
8) Pandai berkomunikasi (ability to communicate).
Nama : nika setiawati
BalasHapusNim :1602021038
Prodi : sistem informasi 2b
Konstribusi soft Skill dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan
Ciri dan watak kewirausahaan
Ciri ciri kewirausahaan
1. Percaya diri
2. Berorientasi pada tugas dan hasil
3. Pengambilan resiko
4. Kepemimpinan
5. Keorisinilan
6. Berorientasi pada masa depan
Watak kewirausahaan
1. Keyakinan, ketidaktahuan, indidualis dan optimis
2. Kebutuhan untuk prestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekat, kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif
3. Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan
4. Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran dan kritik
5. Inovatif dan kreatif dan fleksibel
6. Pandangan kedepan, prespektif
Faktor faktor motivasi dalam berwirausaha
1.memilki visi dan tujuan yang jelas
2. Inisiatif dan selalu proaktif
3.berorientasi pada prestasi
4. Berani mengambil resiko
5. Kerja keras
6. Bertanggung jawab atas aktivitas yang di jalankan
7. Komitmen pada berbagai pihak
8. Mengembangkan dan memelihara hubungan yang baik
Kesimpulan
1. Di tengah situasi dan kondisi bangsa yang penuh sulit selalu ada peluang untuk mencari aktor dan sutradara suatu perubahan
2. Strategi pengembangan soft Skill sebagai langkah kecil, dan mendesak untuk suatu perubahan
3. Pengembangan soft Skill di laksanakan dalam kerangka luas, tersistem, terintegrasi, terukur dan berkesinambungan
4. Dengan melihat realita secara jujur dan objektif maka orang sadar bahwa menumbuhkan mental wirausaha merupakan terobosan yang penting dan tidak dapat ditunda lagi
5. Lembaga pendidikan melalui para praktis nya harus lebih konkret dalam menyiapkan program kegiatan pembelajaran yang benar dapat mendorong tumbuh kembang nya spirit kewirausahaan mulai dari skolah dasar sampai perguruan tinggu
Nama : salman pajri
BalasHapusNim : 1602021058
Prodi : sistem informasi 2B
Bacaan 1
MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAWAN
Pendidikan kewirausahaan (entepreneurship) di Indonesia masih kurang
memperoleh perhatian yang cukup memadai, baik oleh dunia pendidikan, masyarakat,
maupun pemerintah. Banyak praktisi pendidikan yang kurang memperhatikan aspek
aspek penumbuhan mental, sikap dan prilaku kewirausahaan peserta didik, baik di
sekolah kejuruan maupun profesional sekalipun. Orientasi mereka, pada umumnya,
hanya pada upaya-upaya menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai. Sementara itu,
dalam masyarakat sendiri telah berkembang lama kultur federal (priyayi) yang
diwarikan oleh penjajahan Belanda. Sebagian besar anggota masyarakat memiliki
persepsi dan harapan bahwa output dari lembaga pendidikan dapat menjadi pekerja
(karyawan, administrator, atau pegawai) oleh karena dalam pandangan mereka
bahwa pekerja (terutama pegawai negeri) adalah priyayi yang memiliki status sosial
cukup tinggi dan disegani oleh masyarakat.
CIRI DAN WATAK KEWIRAUSAHAAN
a. Ciri-ciri Kewirausahaan
Percaya diri
Berorientasi pada tugas dan hasil
Pengambilan resiko
Kepemimpinan
Keorisinilan
Berorientasi ke masa depan
b. Watak Kewirausahaan
Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis, dan optimism
Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad
kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif
Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan
Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran
dan kritik
Inovatif dan kreatif serta fleksibel
Pandangan ke depan, perspektif
(Sumber : dari Meredith, et.a., dalam Suryana, 2001)
TAHAP-TAHAP DAN PROSES DALAM KEWIRAUSAHAAN
a. Tahap-tahap Kewirausahaan
1) Kepercayaan diri
2) Berorientasi pada action
Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha;
a) Tahap memulai, tahap dimana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha
mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat
peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan
akuisisi, atau melakukan franchising. Juga memilih jenis usaha yang akan
dilakukan apakah di bidang pertanian, industri/manufaktur/ produksi atau jasa.
b) Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap “jalan”, tahap ini
seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya,
mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi,
kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil
keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
c) Mempertahankan usaha, tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang
telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk
ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
d) Mengembangkan usaha, tahap dimana jika hasil yang diperoleh tergolong
positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan
usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.
Berdasarkan analisis pustaka terkait kewirausahaan, diketahui bahwa aspekaspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan wirausaha adalah:
a) Mencari peluang usaha baru: lama usaha dilakukan, dan jenis usaha yang
pernah dilakukan,
b) Pembiayaan: pendanaan-jumlah dan sumber-sumber dana
c) SDM: tenaga kerja yang dipergunakan,
d) Kepemilikan: peran-peran dalam pelaksanaan usaha,
e) Organisasi: pembagian kerja di antara tenaga kerja yang dimiliki,
f) Kepemimpinan, kejujuran, agama, tujuan jangka panjang, proses manajerial
(POAC).
g) Pemasaran, lokasi dan tempat usaha.
Nama : Nopel
BalasHapusNim : 1602021039
Prodi : Sistem Informasi (2B)
Materi :
KONTRIBUSI SOFT SKILL DALAM MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN
PANDANGAN PARA AHLI TENTANG SOFT SKILL
Hardskill menggambarkan perilaku dan keterampilan yang dapat dilihat mata (eksplisit). Hardskill adalah skill yang dapat menghasilkan sesuatu sifatnya visible dan immediate. Menurut Fachrunissa, kemampuan hardskill adalah semua hal yang berhubungan dengan pengayaan teori yang menjadi dasar pijakan analisis atau sebuah keputusan. Hardskill dapat dinilai dari technical test atau practical test. Menurut Santoso dan Fachrunissa, elemen hardskill dapat terlihat dari intelligence quotion thingking yang mempunyai indikator kemampuan menghitung, menganalisa, mendisain, wawasan dan pengetahuan yang luas, membuat model dan kritis. Softskill merujuk kepada indikator seperti kreativitas, sensitifitas, intuisi yang lebih terarah pada kualitas personal yang berada di balik perilaku seseorang.
Ada dua kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan mengembangkan kepribadian, yaitu: kecerdasan interpersonal (interpersonal intelligence) adalah kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak dan temperamen orang lain. Kepekaan akan ekspresi wajah, suara dan gerak tubuh orang lain (isyarat), dan kemampuan untuk menjalin relasi dan komunikasi dengan berbagai orang lain. Kecerdasan interpersonal (interpersonal intelligence) adalah kemampuan memahami diri dan bertindak adaptif berdasarkan pengetahuan tentang diri, kemampuan berefleksi dan keseimbangan diri, kesadaran diri tinggi, inisiatif dan berani.
MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAWAN
Pendidikan kewirausahaan (entepreneurship) di Indonesia masih kurang memperoleh perhatian yang cukup memadai, baik oleh dunia pendidikan, masyarakat, maupun pemerintah. Banyak praktisi pendidikan yang kurang memperhatikan aspekaspek penumbuhan mental, sikap dan prilaku kewirausahaan peserta didik, baik di sekolah kejuruan maupun profesional sekalipun. Orientasi mereka, pada umumnya, hanya pada upaya-upaya menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai. Sementara itu, dalam masyarakat sendiri telah berkembang lama kultur federal (priyayi) yang diwarikan oleh penjajahan Belanda. Sebagian besar anggota masyarakat memiliki persepsi dan harapan bahwa output dari lembaga pendidikan dapat menjadi pekerja (karyawan, administrator, atau pegawai) oleh karena dalam pandangan mereka bahwa pekerja (terutama pegawai negeri) adalah priyayi yang memiliki status sosial cukup tinggi dan disegani oleh masyarakat.
Ciri-ciri Kewirausahaan :
Percaya diri
Berorientasi pada tugas dan hasil
Pengambilan resiko
Kepemimpinan
Keorisinilan
Berorientasi ke masa depan
Watak Kewirausahaan :
Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis, dan optimism
Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif
Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan
Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik
Inovatif dan kreatif serta fleksibel
Pandangan ke depan, perspektif
(Sumber : dari Meredith, et.a., dalam Suryana, 2001)
Secara ringkas, model proses kewirausahaan mencakup tahap-tahap berikut (Alma, 20078: 10-12):
a) proses inovasi
b) proses pemicu
c) proses pelaksanaan
d) proses pertumbuhan
Delapan anak tangga menuju puncak karir berwirausaha (Alma, 106-109), terdiri atas:
1) Mau bekerja keras (capacity for hard work)
2) Bekerjasama dengan orang lain (getting things done with and through people)
3) Penampilan yang baik (good appearance)
4) Yakin (self confidence)
5) Pandai membuat keputusan (making sound decision)
6) Mau menambah ilmu pengetahuan (college education)
7) Ambisi untuk maju (ambition drive)
8) Pandai berkomunikasi (ability to communicate).
BalasHapusNama : Rio rilandani
NIM : 1602021050
Program Studi : Sistem Informasi
MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAWAN YANG SUKSES
Tujuan utama wirausaha adalah
menumbuhkan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas
adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam
berbagai kesempatan. Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan
berani memulai usaha dengan PERCAYA DIRI.
CIRI DAN WATAK KEWIRAUSAHAAN
a. Ciri-ciri Kewirausahaan
1.Percaya diri
2. Berorientasi pada tugas dan hasil
3. Pengambilan resiko
4. Kepemimpinan
5. Keorisinilan
6. Berorientasi ke masa depan
FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI DALAM BERWIRAUSAHA
Ciri-ciri wirausaha yang sukses:
1.Memiliki visi dan tujuan yang jelas.
2 Inisiatif dan selalu proaktif.
3. Berorientasi pada prestasi.
4. Berani mengambil resiko.
5. Kerja keras.
Dari analisis pengalaman saya, ciri-ciri wirausaha yang pokok untuk dapat
dirangkum dalam 4 sikap, yaitu:
1. Jujur
2. Mempunyai tujuan jangka panjang
3. Selalu taat berdoa ke allah swt
4.optimis
THANK
Noval Kusuma
BalasHapusNim: 16 02 02 10 40
Prodi: Sistem Informasi
Menumbuhkan sifat kewirausahaan yang baik, tepat dan sukses
Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme. Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi , memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif. Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan. Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun. Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas. Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan. Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras. Karakteristik seorang wirausaha pada umumnya dapat dilihat pada saat berkomunikasi dalam rangka mengumumkan informasi maupun pada waktu menjalankan usaha dan menjalin hubungan dengan pararelasi bisnis. Untuk itu, dalam menjalin hubungan bisnis dengan seseorang kita harus mengetahui karakteristiknya. Karena tanpa kita perhatikan karakternya bisa-bisa kita akan rugi sendiri apabila menjalin hubungan bisnis dengan orang yang berkarakter tidak baik. Karakteristik adalah sesuatu yang. berhubungan dengan watak, perilaku, tabiat, sikap seseorang terhadap perjuangan hidup untuk mencapai kebahagiaan lahir dan
batin. Karakteristik seorang wirausaha yang baik akan membawa ke arah kebenaran, keselamatan, serta menaikkan derajat dan martabatnya. Seperti apakah karakteristik wirausaha ini? Seorang wirausaha harus memiliki potensi dan motivasi untuk maju dalam segala situasi dan kondisi, serta mampu mengatasi masalah yang timbul tanpa mengharapkan bantuan dari pihak lain. Secara rinci karakteristik wirausaha ini terlihat dalam sikap dan jiwa yang harus dimiliki seorang wirausaha,
Dalam mencapai keberhasilannya, seorang wirausaha memiliki ciri-ciri tertentu pula. Diantaranya memiliki ciriciri : Proaktif, yaitu berinisiatif dan tegas Berorientasi pada prestasi, yang tercermin dalam padangan dan bertindak terhadap peluang, orientasi efisiensi, mengutamakan kualitas pekerjaan, berencana, dan mengutamakan monitoring Komitmen kepada orang lain
Saya hanya dapat memberikan sedikit kesimpulan yaitu:
- Di tengah situasi dan kondisi bangsa yang penuh sulit, selalu ada peluang untuk
mencari aktor atau sutradara suatu perubahan.
- Strategi pengembangan soft skill sebagai langkah kecil, penting, dan mendesak
untuk suatu perubahan.
- Pengembangan soft skill dilaksanakan dalam kerangka luas, tersistem, terintegrasi,
terukur dan berkesinambungan.
- Dengan melihat realita secara jujur dan objektif, maka orang sadar bahwa
menumbuhkan mental wirausaha merupakan terobosan yang penting dan tidak
dapat ditunda-tunda lagi. Kita semua harus berpikir untuk melihat dan melangkah
ke arah sana.
- Lembaga pendidikan melalui para praktisinya harus lebih konkret dalam
menyiapkan program kegiatan pembelajaran yang benar-benar dapat mendorong
tumbuh dan berkembangnya spirit kewirausahaan mulai dari sekolah dasar sampai
perguruan tinggi.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama : Nurmi
BalasHapusNim : 1602021041
Prodi : sistem informasi B
PENTINGNYA AKTUALISASI KETERAMPILAN INTERPERSONAL EKSEKUTIF DEMI MENCIPTAKAN ORGANISASI YANG EFEKTIF
Apa (what) yang dimaksud dengan aktualisasi keterampilan interpersonal eksekutif dan efektifitas organisasi?
Komunikasi interpersonal para eksekutif adalah keterampilan strategis untuk hubungan propesional berorganisasi sekaligus merupakan kekuatan traktis dalam membentuk pengertian dan pemahaman dalam bekerja sama melalui dan bersama orang lain. Efesiensi dan efektivitas merupakan syarat pencapaian tujuan berorganisasi. Efesiensi merupakan bagian terpenting dalam manajemen karena mengacu pada hubungan antara keluaran dan masukan. Efesiensi berarti mengerjakan sesuatu dengan benar. Sedangkan efektiv berarti mengerjakn sesuatu yang benar. Organisasi yang sukses adalah organisasi yang dapat menciptakan secara bersama-sama tingkat efesiensi dan efektifitas yang tinggi. 2 fungsi manajemen ini efektif dan efesien telah banyak menginspirasi para pemimpin bisnis dan organisasi publik dalam merumuskan dan melakukan berbagai kebijakan organisasi.
Mengapa (why) aktualisasi keterampilan imterpersonal eksekutif erat terkait efektivitas organisasi?
Pimpinan eksekutifnya harus mampu membangun kepercayaan antar karyawan dengan keterampilan interpersonalnya sesuai setandar moral yang telah berfungsi dalam organisasi modern.
Keberhasilan organisasi tergantung pada jumlah orang yang dimilikinya untuk pekerjaan yang benar pada waktu yang benar. Jadi kunci kesuksesan sebuah organisasi adalah membangun kerjasama dan hubungan baik antara atasan dan bawahan.
Bagaimana (how) caranya mencapai efektifitas organisasi melalui aktualisasi keterampilan interpersonal eksekutifnya?
Kemampuan memimpin rapat secara efektif adalah suatu keterampilan yang sangat berguna dan sering digunakan oleh seorang pimpinan eksekutif. Efektivitas dan keberhasilan sebuah rapat secara langsung dipengaruhi oleh kecermatan pemimpin rapat dan peserta rapatnya.
Aktualisasi kepemimpinan interpersonal pimpinan eksekutif diorganisasi apa saja memiliki andil yang sangat penting dalam menciptakan efektifitas organisasi yang menunjang keberhasilan organisasi tersebut.
Melalui pemimpin yang efektif maka organisasi sebagai sistem mendapat kerjasama lewat kompetensi pendekatan pribadi dan manajemen dalam menangani orang. Pemimpin eksekutif melalui kebijakannya perlu senantiasa memberikan contoh aktualisasi keterampilan interpersonal dalam rangka membantu meningkatkan efektivitas organisasi. Untuk mencapai kondisi tersebut maka perlu adanya interactive and creative meeting antara pimpinan eksekutif dan para karyawan organisasi. Sehingga pemimpin eksekutif mengetahui detai kebutuhan dan masalah yang dihadapi organisasi.
Nama: Saadiah Pilta
BalasHapusNim: 1602021056
Prodi: Sistem Informasi
Bacaan 2: PENTINGNYA AKTUALISASI KETERAMPILAN INTERPERSONAL EKSEKUTIF DEMI MENCIPTAKAN ORGANISASI YANG EFEKTIF
1. Apa (What) yang dimaksud dengan aktualisasi keterampilan interpersonal eksekutif dan efektivitas organisasi?
Komunikasi interpersonal para eksekutif adalah keterampilan strategis untuk hubungan profesional berorganisasi sekaligus merupakan kekuatan taktis dalam membentuk pengertian dan pemahaman dalam bekerja sama melalui dan bersama orang lain. Pemimpin yang efisien berarti ia memiliki kemampuan untuk mengerjakan semua hal dengan benar melalui proses alokasi sumber daya organisasi. Sedangkan pemimpin yang efektif berarti ia memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dan mengerjakan hal-hal yang tepat bagi kepentingan organisasi. Dua prinsip manajemen ini, efektif dan efisien, telah banyak menginspirasi para pemimpin bisnis dan organisasi publik dalam merumuskan dan melakukan berbagai kebijakan organisasinya.
1. Mengapa (Why) aktualisasi keterampilan interpersonal eksekutif erat terkait efektivitas organisasinya?
Prinsip utama manajemen yang baik, dalam bentuknya yang paling sederhana, dapat dinyatakan sebagai berikut: ”Berbuatlah kepada orang lain sebagaimana kita mengharapkan mereka berbuat kepada kita.” Sebab manusia, di dalam organisasi perusahaan sama dengan di tempat lainnya, hidup dalam kebersamaan moral yang universal. Pimpinan eksekutifnya harus mampu membangun kepercayaan antarkaryawan dengan keterampilan interpersonalnya sesuai standar moral yang telah berfungsi dalam organisasi modern.Jadi, kunci kesuksesan sebuah organisasi adalah membangun kerja sama dan hubungan baik dari atasan ke bawahan. Hubungan baik bisa dilakukan dengan banyak cara. Aplikasi keterampilan interpersonal atasan dapat menciptakan suasana nyaman dan akrab dengan karyawannya. Pengaplikasian hal tersebut sekaligus berdampak pada kinerja organisasi perusahaan.
2. Bagaimana (How) caranya mencapai efektivitas organisasi melalui aktualisasi keterampilan interpersonal eksekutifnya?
Melihat dari dekat semua teori produktivitas (seperti teori kebutuhan, teori dorongan, dan teori harapan), mengungkapkan prinsip perilaku manusia yang umum dan sederhana, bahwa orang berbuat atas dorongan atau penghargaan terhadap mereka karena melakukannya. Pentingnya Aktualisasi Keterampilan ….. (Lelo Yosep Laurentius) 839
• Teori kebutuhan menunjukkan bahwa para individu mempunyai kebutuhan fisik dan psikologi tertentu yang diupayakan untuk dipenuhi. Teori kebutuhan yang paling populer adalah hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori dua faktor kebutuhan Frederick Herzberg, dan teori kebutuhan bagi pencapaian, afiliasi dan kekuasaan David McClelland.
• Teori dorongan, kadang-kadang disebut teori insentif, teori persiapan atau belajar, menunjukkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh insentif perilaku. Tema sentral dari teori dorongan adalah perilaku yang merupakan satu fungsi dari akibatnya. Jika manajemen menciptakan penghargaan yang sangat dikehendaki untuk kehadiran yang baik, para karyawan akan sangat termotivasi untuk hadir dan bekerja dengan baik. Sebaliknya, para pimpinan eksekutif jangan mengharapkan kinerja yang tinggi bila mereka terus-menerus mengabaikan kinerja dan kontribusi karyawan.
• Teori harapan hampir serupa dengan teori dorongan. Akan tetapi, bila teori dorongan tertuju kepada hubungan objektif antara kinerja dan penghargaan, teori harapan menekankan hubungan yang dipandang menjadi hal yang diharapkan orang.
Melalui pemimpin yang efektif, maka organisasi sebagai sistem akan mendapatkan kerja sama lewat kompetensi, pendekatan pribadi, dan manajemen dalam menangani orang. Selain itu, pemimpin yang efektif akan pula membangun kebiasaan yang baik kepada semua orang di sekitarnya. Pimpinan eksekutif melalui kebijakannya perlu senantiasa memberikan contoh aktualisasi keterampilan interpersonal dalam rangka membantu meningkatkan efektivitas organisasi.
NAMA; NENO SEPTIAN ANGGARA PUTRA
BalasHapusNIM: 1602021037
PRODI: SISTEM INFORMASI B
MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAWAN
kewirausahaan secara umum adalah kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih
CIRI DAN WATAK KEWIRAUSAHAAN
a. Ciri-ciri Kewirausahaan
a. Percaya diri
b.Berorientasi pada tugas dan hasil
c.Pengambilan resiko
d.Kepemimpinan
e.Keorisinilan
f.Berorientasi ke masa depan
b. Watak Kewirausahaan
a.Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis, dan optimism
b. Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad
kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif
c. Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan
d. Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran
dan kritik
e. Inovatif dan kreatif serta fleksibel
f. Pandangan ke depan, perspektif
a. Locus pengendalian internal
b. Tingkat energi tinggi
c. Kebutuhan tinggi akan prestasi
d. Toleransi terhadap ambiguitas.
TAHAP-TAHAP DAN PROSES DALAM KEWIRAUSAHAAN
a. Tahap-tahap Kewirausahaan
1) Kepercayaan diri
2) Berorientasi pada action
Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha;
a) Tahap memulai
b) Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap “jalan
c) Mempertahankan usaha
d) Mengembangkan usaha
b. Proses Kewirausahaan
Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996: 3), proses
kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi dipengaruhi oleh berbagai
faktor baik yang berasal dari priadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan,
sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut
membentuk locus of control, kreativitas, keinovasian, impelementasi, dan
pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausaha yang besar.
a) proses inovasi
b) proses pemicu
c) proses pelaksanaan
d) proses pertumbuhan
Berdasarkan analisis pustaka terkait kewirausahaan, diketahui bahwa aspekaspek
yang perlu diperhatikan dalam melakukan wirausaha adalah:
a) Mencari peluang usaha baru: lama usaha dilakukan, dan jenis usaha yang
pernah dilakukan,
b) Pembiayaan: pendanaan-jumlah dan sumber-sumber dana
c) SDM: tenaga kerja yang dipergunakan,
d) Kepemilikan: peran-peran dalam pelaksanaan usaha,
e) Organisasi: pembagian kerja di antara tenaga kerja yang dimiliki,
NAMA : NADA PARAMUTIA KOTO
BalasHapusNIM: 1602021035
PRODI: SISTEM INFORMASI 2B
KONTRIBUSI SOFT SKILL DALAM MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN
Adapun menurut saya 5 point kesimpulan dari kontribusi soft skill dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan:
1. Bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan inovatif
2. Ciri-ciri Kewirausahaan:
• Percaya diri
• Berorientasi pada tugas dan hasil
• Pengambilan resiko
• Kepemimpinan
• Keorisinilan
• Berorientasi ke masa depan
3. Watak Kewirausahaan
• Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis, dan optimism
• Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif
• Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik
• Inovatif dan kreatif serta fleksibel
• Pandangan ke depan, perspektif
4. Tahap-tahap Kewirausahaan
a) Tahap memulai
b) Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap “jalan”
c) Mempertahankan usaha
d) Mengembangkan usaha
5. Faktor-faktor motivasi dalam berwirausaha
Ciri-ciri wirausaha yang berhasil (Kasmir, 27-28) :
a. Memiliki visi dan tujuan yang jelas
b. Inisiatif dan selalu proaktif.
c. Berorientasi pada prestasi
d. Berani mengambil resiko.
e. Kerja keras.
f. Bertanggungjawab terhadap segala aktivitas yang dijalankan
g. Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati
h. Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak
NAMA : RIDWAN
BalasHapusNIM: 1602021046
PRODI: SISTEM INFORMASI 2B
KONTRIBUSI SOFT SKILL DALAM MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN
Wirausahawan adalah orang yang mengubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi, dan cara-cara baru.
a. Ciri-ciri Kewirausahaan
• Percaya diri
• Berorientasi pada tugas dan hasil
• Pengambilan resiko
• Kepemimpinan
• Keorisinilan
• Berorientasi ke masa depan
b. Watak Kewirausahaan
• Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis, dan optimism
• Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad
• kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan
• Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-sarandan kritik
• Inovatif dan kreatif serta fleksibel
• Pandangan ke depan, perspektif
Dalam konteks bisnis seorang enterpeneur membuka usaha baru (new ventures) yang menyebabkan munculnya produk baru atau ide tentang penyelenggaraan jasajasa. Karakteristik tipikal entrepreneur (Shermerhorn, 1999).
a. Locus pengendalian internal
b. Tingkat energi tinggi
c. Kebutuhan tinggi akan prestasi
d. Toleransi terhadap ambiguitas
Tahap-tahap Kewirausahaan:
a) Tahap memulai
b) Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap “jalan”
c) Mempertahankan usaha
d) Mengembangkan usaha
NAMA : SITI NURJANAH
BalasHapusNIM: 1602021060
PRODI: SISTEM INFORMASI 2B
PENTINGNYA AKTUALISASI KETERAMPILAN INTERPERSONAL EKSEKUTIF DEMI MENCIPTAKAN ORGANISASI YANG EFEKTIF
1. Apa (What) yang dimaksud dengan aktualisasi keterampilan interpersonal eksekutif dan efektivitas organisasi?
Komunikasi interpersonal para eksekutif adalah keterampilan strategis untuk hubungan profesional berorganisasi sekaligus merupakan kekuatan taktis dalam membentuk pengertian dan pemahaman dalam bekerja sama melalui dan bersama orang lain. Komunikasi interpersonal dapat membina percakapan, koordinasi, dan kerja sama orang-orang dalam organisasi agar mereka produktif, dinamis, dan inovatif.
2. Mengapa (Why) aktualisasi keterampilan interpersonal eksekutif erat terkait efektivitas organisasinya?
Keberhasilan suatu organisasi tergantung kepada jumlah orang yang dimilikinya untuk pekerjaan yang benar pada waktu yang benar. Sehingga kegagalan seseorang di dalam suatu organisasi jarang diakibatkan oleh orang itu sendiri, tetapi sering kali terjadi akibat kepemimpinan. Di sini, fungsi utama pimpinan eksekutif adalah menentukan hal yang diinginkan agar orang lain lakukan. Pimpinan mencari dan melatih orang-orang yang cakap untuk melakukan suatu pekerjaan demi memastikan bahwa beberapa metode dibuat agar orang-orang tersebut bekerja lebih efektif. Pimpinan juga perlu memeriksa secara berkala seberapa baik karyawan melakukan pekerjaannya. Jadi, manajemen sesungguhnya adalah pengembangan orang.
3. Bagaimana (How) caranya mencapai efektivitas organisasi melalui aktualisasi keterampilan interpersonal eksekutifnya?
Kepemimpinan efektif bukan semata seni, karena merupakan ilmu. Ada beberapa faktor yang menentukan dinamika kepemimpinan efektif. Faktor-faktor itu dapat dikelompokan menjadi dua kategori utama, yaitu kepribadian pemimpin dan mekanisme kepemimpinan. Penulis menyodorkan tiga contoh besar terkait kepribadian pemimpin dan mekanisme kepemimpinan dalam situasi dan kondisi berbeda.
4. Teori dorongan, kadang-kadang disebut teori insentif, teori persiapan atau belajar, menunjukkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh insentif perilaku. Tema sentral dari teori dorongan adalah perilaku yang merupakan satu fungsi dari akibatnya. Jika manajemen menciptakan penghargaan yang sangat dikehendaki untuk kehadiran yang baik, para karyawan akan sangat termotivasi untuk hadir dan bekerja dengan baik. Sebaliknya, para pimpinan eksekutif jangan mengharapkan kinerja yang tinggi bila mereka terus-menerus mengabaikan kinerja dan kontribusi karyawan.
5. Efisiensi dan efektivitas merupakan syarat pencapaian tujuan berorganisasi itu. Efisiensi merupakan bagian yang terpenting dalam manajemen karena mengacu pada hubungan antara keluaran dan masukkan (output/input). Menurut Drucker (1985), efisiensi berarti mengerjakan sesuatu dengan benar (doing things right), sedangkan efektif adalah mengerjakan sesuatu yang benar (doing the right things). Sederhananya, efisiensi menunjukkan kemampuan organisasi dalam menggunakan sumber daya dengan benar dan tidak ada pemborosan. Efektivitas menunjukkan kemampuan suatu organisasi dalam mencapai sasaran-sasaran (hasil akhir) yang telah ditetapkan secara tepat. Antara efektivitas dan efisiensi itu saling terkait. Organisasi tidak hanya dituntut mengejar tujuan semata, akan tetapi bagaimana tujuan itu bisa dicapai dengan cara efektif dan efisien
Nama : nanda widanna
BalasHapusNim : 1602021036
Prodi : sistem informasi 2B
bacaan KONTRIBUSI SOFT SKILL DALAM MENUMBUHKAN
JIWA KEWIRAUSAHAAN
Menjadi seorang wirausahawan atau pebisnis merupakan salah satu langkah tercepat mencapai sukses dan menjadi kaya. Hampir setiap orang ingin menjadi wirausahawan atau entrepreneur sukses, namun hanya segelintir orang yang serius untuk “take action” dan mewujudkan impiannya menjadi pengusaha sukses. Resiko dan perencanaan yang terlalu lama seringkali menjadi penghambat seseorang untuk maju dan menjalankan perusahaannya. Untuk membangun bisnis dan menjadi pengusaha sukses, sebagai langkah awal seseorang harus menumbuhkan jiwa wirausaha dan terjun langsung membangun bisnisnya. Berikut tips menumbuhkan jiwa wirausaha yang harus Anda tumbuhkan untuk mencapai sukses dalam bisnis.
a. Ciri-ciri Kewirausahaan
a. Percaya diri
b.Berorientasi pada tugas dan hasil
c.Pengambilan resiko
d.Kepemimpinan
e.Keorisinilan
f.Berorientasi ke masa depan
b. Watak Kewirausahaan
a.Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis, dan optimism
b. Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad
kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif
c. Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan
d. Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran
dan kritik
e. Inovatif dan kreatif serta fleksibel
f. Pandangan ke depan, perspektif
a. Locus pengendalian internal
b. Tingkat energi tinggi
c. Kebutuhan tinggi akan prestasi
d. Toleransi terhadap ambiguitas.
TAHAP-TAHAP DAN PROSES DALAM KEWIRAUSAHAAN
a. Tahap-tahap Kewirausahaan
1) Kepercayaan diri
2) Berorientasi pada action
Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha;
a) Tahap memulai
b) Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap “jalan
c) Mempertahankan usaha
d) Mengembangkan usaha
b. Proses Kewirausahaan
Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996: 3), proses
kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi dipengaruhi oleh berbagai
faktor baik yang berasal dari priadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan,
sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut
membentuk locus of control, kreativitas, keinovasian, impelementasi, dan
pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausaha yang besar.
a) proses inovasi
b) proses pemicu
c) proses pelaksanaan
d) proses pertumbuhan
Berdasarkan analisis pustaka terkait kewirausahaan, diketahui bahwa aspekaspek
yang perlu diperhatikan dalam melakukan wirausaha adalah:
a) Mencari peluang usaha baru: lama usaha dilakukan, dan jenis usaha yang
pernah dilakukan,
b) Pembiayaan: pendanaan-jumlah dan sumber-sumber dana
c) SDM: tenaga kerja yang dipergunakan,
d) Kepemilikan: peran-peran dalam pelaksanaan usaha,
e) Organisasi: pembagian kerja di antara tenaga kerja yang dimiliki,
maaf saya telat mengumpulkan nya pak , soal nya baru ada paket.
Ass.
BalasHapusNama : Sudra Muliano
Nim : 1602021062
Prodi : Sistem Informasi (2B)
MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAWAN
Pendidikan kewirausahaan (entepreneurship) di Indonesia masih kurang
memperoleh perhatian yang cukup memadai, baik oleh dunia pendidikan, masyarakat,
maupun pemerintah. Banyak praktisi pendidikan yang kurang memperhatikan aspek
aspek penumbuhan mental, sikap dan prilaku kewirausahaan peserta didik, baik di
sekolah kejuruan maupun profesional sekalipun. Orientasi mereka, pada umumnya,
hanya pada upaya-upaya menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai. Sementara itu,
dalam masyarakat sendiri telah berkembang lama kultur federal (priyayi) yang
diwarikan oleh penjajahan Belanda. Sebagian besar anggota masyarakat memiliki
persepsi dan harapan bahwa output dari lembaga pendidikan dapat menjadi pekerja
(karyawan, administrator, atau pegawai) oleh karena dalam pandangan mereka
bahwa pekerja (terutama pegawai negeri) adalah priyayi yang memiliki status sosial
cukup tinggi dan disegani oleh masyarakat.
CIRI DAN WATAK KEWIRAUSAHAAN
a. Ciri-ciri Kewirausahaan
Percaya diri
Berorientasi pada tugas dan hasil
Pengambilan resiko
Kepemimpinan
Keorisinilan
Berorientasi ke masa depan
b. Watak Kewirausahaan
Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis, dan optimism
Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad
kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif
Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan
Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran
dan kritik
Inovatif dan kreatif serta fleksibel
Pandangan ke depan, perspektif
(Sumber : dari Meredith, et.a., dalam Suryana, 2001)
TAHAP-TAHAP DAN PROSES DALAM KEWIRAUSAHAAN
a. Tahap-tahap Kewirausahaan
1) Kepercayaan diri
2) Berorientasi pada action
Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha;
a) Tahap memulai, tahap dimana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha
mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat
peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan
akuisisi, atau melakukan franchising. Juga memilih jenis usaha yang akan
dilakukan apakah di bidang pertanian, industri/manufaktur/ produksi atau jasa.
b) Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap “jalan”, tahap ini
seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya,
mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi,
kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil
keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
c) Mempertahankan usaha, tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang
telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk
ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
d) Mengembangkan usaha, tahap dimana jika hasil yang diperoleh tergolong
positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan
usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.